Feeds:
Tulisan
Komentar

Pernahkah, sekali dalam hidup, saat sedang merasa mencinta, dan akhirnya kita merasa dunia itu sempurna dalam cinta itu? Tidak kawan, sama sekali tidak benar.

Dunia tidak sempurna, demikian halnya dengan mencinta. Tidak pernah bisa kita sempurna dalam mencintai dan dicintai. Tidak bisa kita benar-benar seutuh dan sepenuhnya mencintai seseorang. Dan tidak pernah juga kita seutuh dan sepenuhnya dicintai orang lain.

Hasrat, keinginan, dan kepuasan. Hal-hal seperti ini lah yang tidak pernah membuat kita sempurna. Kita punya seribu keinginan untuk dilakukan pasangan kita agar kita bisa mencintainya. Tapi kita punya seribu kelemahan yang membuat kita tidak bisa dicintai pasangan kita seutuhnya. Karena baik kita maupun pasangan kita, masing-masing punya seribu keinginan satu sama lain, yang tentu saja tidak pernah bisa dilaksanakan seluruhnya.

Hingga pada akhirnya hanya sebagian yang mampu dipenuhi oleh pasangan kita dari seribu keinginan tersebut.

Lalu, bagaimana supaya cinta bisa sempurna? Hanya dengan pengorbanan. Hanya itulah satu-satunya cara, agar kita mau mengorbankan sisa keinginan kita yang tidak mampu dipenuhi oleh pasangan kita, dan mengurangi dari seluruh seribu keinginan tadi. Hingga pada akhirnya, dengan pengorbanan itulah, cinta menjadi sempurna. Keiginan dan kepuasan itu pun akhirnya disempurnakan.

Ibarat 2 orang saling berjauhan dan berjalan dalam kegelapan dengan ditemani sebatang lilin kecil menyala, ingin saling bertemu. Namun karena jarak yang terlalu jauh, maka lilin tersebut akan habis ditengah jalan sebelum sang pangeran bertemu putrinya. Satu-satunya cara hanyalah dengan mengorbankan keinginan untuk didatangi, dan bersama-sama berjalan saling menyambut, hingga akhirnya sang pangeran dan putri bertemu ditengah-tengah dengan sisa lilin yang masih cukup banyak untuk menerangi mereka selama beberapa saat.

Banyak hal yang dapat dikorbankan dalam mencinta. Mengorbankan ego, emosi, ketidak sabaran, keinginan bermalasan, dan banyak hal lainnya. Pada awalnya sakit memang. Namun sebagai mana 2 orang yang berjalan dalam gelap, pada akhirnya kebahagiaan lah yang menanti mereka

Maka benar, Cinta memang butuh pengorbanan. Tapi pengorbanan itu layak dan pantas dilakukan untuk mencapai kondisi ideal bersama. Berkorbanlah demi cintamu, wahai para pejuang cinta.

Manusia diciptakan sesuai dengan jenis kelamin masing-masing dengan alat kelamin yang sesuai dengan keinginan Tuhan. Tuhan menyebutkan (kej 1 : 28) bahwa semua yang diciptakan oleh Tuhan itu indah adanya. Semuanya bagus, semuanya indah. Oleh karena itu, bahkan vagina, penis, indung telur dan rahim itu adalah indah adanya. Sudah sepatutnya kita mengucap syukur apabila lelaki bisa ereksi, bisa mimpi basah. Sama dengan wanita juga harusnya mengucap syukur karena bisa menstruasi setiap bulan. Karena semuanya itu baik adanya.

Kejadian menyebutkan seks didapatkan setelah pemberkatan (kej 1 : 28). Oleh sebab itu, sama saja seharusnya juga kita bisa merasakan seks dengan penuh ucapan syukur setelah pemberkataan (perkawinan). Sebelum diberkati, maka seks itu adalah dosa. Tidak diberkati, dan akan dihakimi oleh Tuhan (Ibrani 13 : 4)

Cinta itu dimulai dengan pengenalan, kemudian cinta kasih hingga akhirnya seks didapatkan. Tetapi akhir2 ini, seks didapatkan bahkan tanpa ada pengenalan dahulu. Seperti yang ada dalam pornografi, hanya ada seks, tanpa mau mengenal siapa yang berhubungan itu.

2 Samuel 13 : 1 – 22 disebutkan seks itu adalah kebutuhan biologis, bukan untuk mengenal. Seks seharusnya jadi sesuatu yang menyatukan manusia. Tapi dalam kisah ini amnon bahkan setelah mendapatkan seks, tidak lagi mau mengenal Tamar.

Sama seperti pornografi, hanya sebagai alat pemuas, tidak membuat kita mencintai orang yang ada didalamnya. Kita sebagai anak Tuhan harus bisa membedakan ini.

Konsekuensi pada wanita :

  1. merasa diri kotor dan hina (Tamar mengotori tubuhnya dengan abu)
  2. hilangnya keperawanan
  3. Muncul kehamilan yang tidak diinginkan

Seks seharusnya sebagai awal untuk lebih mengenal lagi. Didapatkan setelah pemberkatan. Maka setelah pemberkatan, melakukan seks, maka ucapan pujian yang dikeluarkan. Seks adalah awal dari hubungan yang permanen. Seks tanpa cinta tidak menjamin akan tetap bersama

Konsekuensi pada pria :

  1. Merasa sedih dan dukacita. Tidak senang, murung, bahkan menurunkan nilai2 kuliah
  2. Setelah mendapat seks, dia merendahkan pasangannya karena merasa wanita itu gampangan.
  3. Hilang kepercayaan diri bagi yang melakukannya.
  4. Tapi bila sudah sering, hati nuraninya mati
  5. Tidak merasakan lagi kenikmatan sebenarnya dari seks, tetapi hanya merasa bahwa seks sekedar pemuasan kebutuhan biologis.

Hari ini kita bergumul, dalam anugrah dari Yesus Kristus, seks pun termasuk sesuatu yang selalu kita gumulkan. Dalam tiap bulan, ada saat ketika muncul keinginan kuat untuk bermasturbasi. Tetapi dalam Tuhan, kita berhasil menahannya dan mengubahnya menjadi berkat dalam bentuk mimpi basah. Sama juga dengan perempuan. Kita harus bisa menahan itu semua, sampai akhirnya tiba saatnya pernikahan, kita diberkati, maka kita pun boleh mendapat anugerah indah seks yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Disinilah peran orang tua, dengan ayah dan ibu yang dekat dengan anaknya untuk membantu sang anak menjauhi dosa seksual. Malah memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berpacaran yang benar dan menikah dengan benar. Tapi pada anak yang jatuh dalam dosa seksual, biasanya adalah produk dari sebuah broken home dll. Seks itu menjadi alat untuk penghilang kesulitan instan. Dia ingin menjadi seseorang, mencari jati diri, sementara tidak sadar kalau sudah jatuh ke dalam dosa.

Apa sikap kita terhadap orang yang sudah pernah melakukan dosa seksual? Masih pantaskah untuk dicintai? Dalam 1 Korintus 13 : 7 dikatakan bahwa kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu. Asalkan wanita itu menyesal, mau berubah dan mau serius dan memulai hidup yang baru, maka mari dicintai. Tetapi dalam keadaan krisis dan kesulitan, jangan hal ini dijadikan senjata kepadanya. Jangan mengungkit2 masa lalunya. Karena seharusnya kita memberikan kasih yang utuh. Jadi selesaikan dengan baik. Tetapi yang wanita juga seharusnya berkomitmen untuk melupakan masa lalunya dan benar2 berubah.

Bagaimana dengan mimpi basah? Bukankah itu membayangkan berhubungan seks dengan wanita? Bukannya itu dosa? Sebenarnya, mimpi basah itu pertama karena kantung sperma itu sudah penuh, maka sudah seharusnya dibuang. Mimpi basah itu bukan dosa. Karena tidak dalam kuasa kita untuk mengatasinya. Kita melakukannya tanpa sadar. Tuhan tidak mempermasalahkan hal itu. Justru setelah mimpi basah, seharusnya kita bersyukur karena sudah bisa menjalani kehidupan yang normal. Maka berdoalah supaya proses yang sama terulang lagi bulan depan. Yang Tuhan tidak suka bila kita berdosa sementara kita menyadarinya

Homo itu, kemungkinan disebabkan karena waktu kecil, dia menerima sebuah pengalaman pelecehan seksual, tetapi dilakukan oleh pria. Oleh karena itu, ketika dewasa, dia mengingat pengalaman itu, dan kembali mencarinya dari pria. Jadi dia tidak mencari dari wanita, karena pengalamannya dengan pria. Hal yang sama terjadi pada lesbi.

Dalam pacaran, kasih memiliki beberapa komponen. Yaitu cinta dan kemesraan. Ketika tertarik pada lawan jenis, maka yang biasanya dilihat pertama kali adalah fisik. Biasanya penilaian yang tinggi, itu memiliki kualitas. Entah secara fisik, mental, atau kerohanian. Dalam kualitas itu, kita selalu merasa ingin bersama, ingin mendekat kepadanya. Lagi dekat rasanya cepet, lagi jauh rasanya lama. Sebagai seksual being, kita punya keinginan untuk menjamah, membelai, bahkan mencium. Bahkan dalam pacaran bisa punya keinginan untuk melakukan keinginan seks. Maka sebagai anak Tuhan, kita harus bisa menjaga ini. Dalam sebuah batasan yang baik. Dalam pacaran boleh berciuman, tapi dalam batasan luas. Misalnya sudah yakin akan menikah, atau sudah dikenalkan dengan orang tua. Tapi bedakan ciuman kasih dengan ciuman yang membangkitkan rangsangan. Ciuman yang > 1 menit itu termasuk menaikkan rangsangan. Ciuman kasih, bisa dibedakan. Idealnya, pacaran itu tidak lama2. Biasanya 3 tahun cukup lah. Kalau lebih dari itu, biasanya sudah terlalu banyak yang dilakukan. Sekali lagi, keinginan seks itu ada. Maka kita sebagai anak Tuhan kita harus pintar menahan diri dan tetap berdoa. Ciuman (bibir) itu boleh, tapi dengan tanggung jawab yang besar, misalnya waktu mau nikah

Disela-sela kekhawatiran dan ketaktan adek akan sesuatu, adek ingin brcerita sesuatu..

Semalam adek lagi membutuhkan abang, seperti yag abang tau adek memiliki kesulitan dalam pengeditan TA adek yang akan adek print diphotocopy. Adek tau kalau pada saat itu ababng lagi kumpul dengan saudara KTB abang yang mana adek tau abang da lama ga kumpul ama mreka..

Adek sbenernya emang ga mau ganggu acara kumpul kalian, tapi semalam itu adek bener-bener butuh abang. Adek da berusaha untuk mengatasi masalah adek sendiri tapi aek ga bisa. Dan adek juga minta tolong sama petugas photocopy tersebut dan mreka pun juga tidak bisa. Akhirnya dengan rasa berat dan merasa butuh,adek mulai menelpon abang. Setelah adek jelasin masalah yang adek hadapi, tetapi adek ga dapat pertolongan, yahhh smalam rada kcewa juga sich…Padahal hari ini adek da niat kalau revisi adek uda harus masuk photocopy untuk hardcover tapi apa boleh buat untuk satu hal itu pun adek blm bisa menyelesaikan.memang sich niat untuk hardcover iu da lama tapi kadang waku yang ga ada,ehhh ktika lagi ada sdikit waktu dan niat tetap saja tidak bisa diselesaikan….mudah-mudahan besok da selesai

Sebenarnya adek kadang merasa disaat adek perlu abg,kadang abg tidak ada. Adek juga ga ngerti sih apakan adek lbih mementingkan ego adek yang  selalu menginginkan abg ada pada saat adek butuhkan..

Tapi untungnya masalah ini uda bisa kita selesaikan malam itu juga sehingga masalah ini ga berlaryt-larut..

akhirnya kita bisa saling tersenyum lagi…

sesuatu hal yang bisa buat adek seneng… “kita selalu bisa berusaha agar masalah yang sedang terjadi dapat selesai dalam waktu singkat,sehingga marahannya ga lama-lama”

makasih ya sayang, da buat adek ga kesel lagi ama abang

Bapa, Engkau sungguh baik.

kasihMu melimpah di hidupku…

Bapa, Engkau sungguh baik.

BerkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku

ku naikkan syukurku..

buat hari yang Kau bri

tak habis-habisnya Kasih dan Rahmat MU

Slalu baru dan tak pernah terlambat PertolonganMU..

besar setiaMu disepanjang hidup ku…

–Thanks God–

Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria & wanita. Pada saat Sang Pencipta
telah selesai menciptakan pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus
menciptakan wanita.

Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk
menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia
mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang
rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah,
sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak,
kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu
dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan
bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari
burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita
dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya
tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia.
Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu
untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang
untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup
dengannya’.

‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali. Beberapa minggu
kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku
memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.

Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu
memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak
enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian,
kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan
menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja
kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk
disentuh. Aku suka akan senyumannya.

Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!’.

Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan wanita itu kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan
berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak
lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak
tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu.

Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.

Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’.

Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa
yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga
tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti
hidup ini?’.

‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima
perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi
kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan

Pacarku ini

Pacarku ini

Lucu

Menggemaskan

Manis sekali

Suka membuat aku tersenyum walo lagi BT

Tapi, kalo dia sudah BT

Ih, pengen banget bikin dia bs tersenyum lagi….

Tapi sayang, yang lebih ahli bikin orang tersenyum itu pacarku..

Tapi setidaknya aku tetap berusaha sampe dia tersenyum..

Selamat bekerja sayang

Bersama mu

Bersamamu aku merasa tenang,

Bersamamu aku bagaikan bintang-bintang yang selalu bersinar,

Bersamamu aku merasakan indahnya bersekutu bersama,

Bersamamu aku merasakan indahnya melayani Tuhan bersama,

Bersamamu aku dapat belajar menerima kekurangan orang lain,

Bersamamu aku dapat memecahkan masalah yang tersulit sekalipun,

Bersamamu aku dapat belajar bersabar,

Bersamamu aku dapat belajar banyak hal yang belum aku ketahui,

Bersamamu aku BAHAGIA …..

Haaaii….

Saya asisten nakhoda bahtera cinta ini. saya akan bercerita sedikit tentang isi bahtera cinta ini serta visi yang akan saya jalan kan dalam perjalanan bahtera cinta ini.Saya sangat merasa sangat bangga dan senang sekali karna saya adalah seseorang yang diberi kepercayaan sepenuhnya untuk ikut berlayar serta mendampingi nakhoda dalam menelusuri tiap tiap pulau ataupun samudera yang akan kami lewati..

Bahtera ini berisi tentang semua cerita cinta dari yang menyenangkan hingga yang menyedihkan, serta uneg-uneg dan keluh kesahpun ada disini..Bahtera ini juga sarana bagi kami berdua untuk mengungkapkan rasa sayang, keluh kesah serta curahan isi hati kami.

Sebagai asisten tentunya saya memiliki tujuan yang igin dicapai pada perjalanan bahtera cinta ini, saya ingin berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk orang yang saya sayangi dan saya ingin selalu melihat dia tersenyum walaupun dalam kesedihannya, kelelahannya, kebingungannya maupun dalam kegembiraanya agar dia tahu saya selalu ada untuk setiap aspek yang dia alami.

Saya ingin bahtera ini perlayar dengan penuh rasa keterbukaan, saling menghargai, saling mengasihi, saling mengerti dan saling mempercayai.Yang terpenting adalah adanya saling keterbukaan dalam segala hal karna jika dia ada masalah  saya akan selalu ada disampingnya untuk menemaninya dalam setiap masalah yang dia hadapi, agar dia tahu bahwa dia tidak sendiri dalam menyelesaikan segalanya..

Semoga bahtera cinta ini dapat berlayar dengan penuh cinta hingga akhirnya nanti bahtera ini dapat berlabuh pada tujuan yang telah ditentukan oleh kami berdua sebagai penghuni bahtera cinta ini…

Hai Cinta

Hai cinta..

Inilah posting pertama di blog ini. Dengan diawali berlayarnya bahtera cinta ini, semoga bahtera ini dapat mencapai tujuan akhirnya.

Di awal berlayar ini, mau perkenalan singkat dulu. Kenalkan, saya Igor Panggabean, nakhoda kapal ini. Kapal ini hanya dihuni oleh 2 orang, yaitu saya, dan satu lagi adalah orang yang paling saya percayai sepenuhnya untuk ikut bersama saya dalam pelayaran panjang ini bernama Magdalena Siahaan. Dia adalah asisten nakhoda.

Bagi para pengunjung bahtera, terima kasih telah datang berkunjung. Silahkan melihat-lihat. Satu hal yang pasti, bahtera ini akan penuh dengan aroma dan nuansa cinta. Ya, cinta dari ku dan dia

Karena ini bahtera cinta kami berdua.. oh indahnya…